
“Keuangan syariah mengajarkan nilai kejujuran, keadilan, dan keberkahan. Dalam Islam, mengelola harta bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang tanggung jawab dan kemanfaatan. Dengan memahami perbankan dan produk keuangan syariah, para santri diharapkan dapat menjadi generasi yang cerdas secara finansial sekaligus taat pada nilai-nilai syariah,” ujar Muchlasin.
Pada kesempatan yang sama, Regional CEO Bank BSI juga menyampaikan bahwa tingkat literasi masyarakat terhadap perbankan syariah masih perlu terus ditingkatkan agar pemanfaatan layanan keuangan syariah dapat berkembang lebih luas.
“Literasi terhadap bank syariah masih relatif kecil karena masih banyak masyarakat yang belum memahami produk dan layanan yang tersedia. Industri perbankan syariah terus berproses dan diawasi oleh Dewan Syariah Nasional serta OJK. Setelah literasi meningkat, tentu kami berharap inklusi keuangan juga dapat terus bertumbuh sehingga akses layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar Sukma.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap para santri tidak hanya memahami konsep keuangan syariah secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan keuangan pribadi secara bijak dan sesuai prinsip syariah.





