
Struktur DPK masih didominasi oleh tabungan dengan pangsa 59,80 persen, diikuti deposito sebesar 24,22 persen dan giro sebesar 15,99 persen.
Di sisi penyaluran kredit, total kredit perbankan di Sulawesi Selatan mencapai Rp173,03 triliun atau tumbuh 5,56 persen secara tahunan. Kredit produktif mendominasi penyaluran tersebut dengan porsi 52,88 persen, sementara kredit konsumtif juga mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar 8,08 persen.
Kinerja intermediasi perbankan tetap terjaga dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 118,99 persen, sedangkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berada pada level 3,99 persen.
Perbankan syariah juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan total aset mencapai Rp21,20 triliun atau tumbuh 26,19 persen secara tahunan. Penghimpunan DPK perbankan syariah tercatat sebesar Rp14,69 triliun atau meningkat 23,61 persen, sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp17,92 triliun atau tumbuh 25,16 persen.
Penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga memberikan kontribusi besar. Hingga Januari 2026, total kredit UMKM tercatat sebesar Rp61,58 triliun atau setara dengan 36,32 persen dari total kredit perbankan di Sulawesi Selatan.





