
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Sulawesi Selatan dinilai tetap stabil di tengah dinamika perekonomian global yang dipengaruhi meningkatnya tensi geopolitik. Stabilitas tersebut tercermin dari pertumbuhan positif pada sektor perbankan, pasar modal, serta industri keuangan non-bank.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa kondisi sektor jasa keuangan yang stabil turut menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menyampaikan bahwa momentum Ramadan juga dimanfaatkan untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat.
“Periode Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan transaksi masyarakat. Oleh karena itu, momentum ini dimanfaatkan untuk memperluas literasi keuangan agar masyarakat semakin memahami produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Memasuki awal tahun 2026, sektor perbankan di Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja yang stabil dengan sejumlah indikator utama yang terus mengalami pertumbuhan.
Total aset perbankan tercatat mencapai Rp212,19 triliun atau tumbuh sebesar 5,90 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp145,27 triliun atau meningkat 7,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.





