SOLUSIMEDIA.ID,PENAJAM – Di tengah pesatnya arus modernisasi, nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tetap menunjukkan dedikasi untuk melestarikan tradisi dan budaya lokal saat melaut. Dengan kearifan lokal menjadi salah satu strategi bertahan dalam menghadapi tantangan zaman.
Lomo Sabani, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Perizinan Dinas Perikanan (Diskan) PPU, menjelaskan bahwa para nelayan di wilayah ini cenderung mengutamakan pengetahuan tradisional ketimbang semata-mata mengandalkan teknologi modern.
“Mereka masih merujuk pada siklus bulan dan berbagai tanda alam lainnya. Hingga kini, metode tersebut tetap efektif karena didasarkan pada pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya saat ditemui bersama Kepala Diskan PPU, Rozihan Azward.
Namun, di tengah keterikatan pada tradisi, Lomo mencatat , beberapa nelayan mulai mengadopsi teknologi baru. Penggunaan fishfinder, alat yang memanfaatkan sistem GPS untuk menemukan lokasi ikan dengan akurat, mulai terlihat dalam praktik mereka.
“Hal ini menunjukkan bahwa para nelayan di PPU tidak menolak teknologi, tetapi mereka berusaha menemukan keseimbangan antara tradisi dan inovasi,” jelasnya.





