
Dia berharap, ke depan, masyarakat maupun pendatang dapat merasakan kualitas imam masjid di Makassar yang memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar.
“Kita ingin memberi kesan bahwa imam-imam di masjid Kota Makassar memiliki bacaan yang baik, bahkan sempurna. Karena itu, penting bagi kita untuk terus saling mengingatkan dan memperbaiki kekurangan yang ada,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya budaya saling mengoreksi di antara para imam. Menurutnya, tanpa adanya masukan dan evaluasi, kesalahan yang terjadi berpotensi terus berulang.
“Kalau tidak ada yang mengingatkan, kesalahan itu bisa terus terjadi. Tapi kalau kita saling mengingatkan, tentu kita bisa berusaha memperbaiki,” tambahnya.
Aksa juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar, dalam mendorong peningkatan kualitas imam dan khatib. Dia menilai, upaya tersebut akan berkontribusi besar dalam mewujudkan Makassar sebagai kota dengan standar kehidupan keagamaan yang baik.
Selain itu, ia turut mendorong penguatan tradisi keagamaan melalui kegiatan seperti lomba barzanji. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dihidupkan kembali secara rutin sebagai bagian dari syiar Islam dan pembinaan generasi muda, dengan waktu pelaksanaan yang disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas ibadah di bulan Ramadan.





