
“Imam adalah teladan, karena itu, kapasitasnya harus terus ditingkatkan, baik dari sisi ilmu, praktik, maupun kesiapan dalam memimpin pelaksanaan salat berjamaah,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, para imam mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari pemahaman mendalam mengenai fiqih imamah, tata cara pelaksanaan salat sesuai sunnah, hingga penanganan berbagai persoalan teknis yang kerap terjadi saat salat berjamaah.
Coaching clinic ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi individu imam, tetapi juga mendorong adanya standarisasi bacaan dan praktik salat di seluruh masjid di Kota Makassar.
Munafri menekankan pentingnya keseragaman dan peningkatan kapasitas imam rawatib dalam memimpin salat berjamaah di seluruh masjid di Kota Makassar.
“Selama ini saya berkeliling masjid di Kota Makassar, dan memang masih berbeda-beda cara imam. Sehingga dibutuhkan satu kesepahaman dan keseragaman agar imam bisa memberikan pencerahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan coaching clinic ini, Pemerintah Kota Makassar mendorong adanya proses introspeksi sekaligus penyusunan pedoman atau guidelines yang dapat diikuti bersama oleh para imam.





