
Tujuannya tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan, tetapi juga memperkuat kapasitas imam secara menyeluruh.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 imam rawatib, dari total sekitar 1.300 imam yang tersebar di seluruh wilayah Kota Makassar.
“Imam itu bukan karena siapa yang paling tua atau karena faktor lain, tetapi karena kemampuan bacaannya yang baik dan benar,” saran Appi.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya yang diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para peserta, baik dari sisi teori maupun praktik imamah.
Melalui coaching clinic ini, para imam selain mendapatkan penguatan dalam hal tata cara ibadah, tetapi juga wawasan yang lebih luas dalam menjalankan fungsi sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Munafri juga muturkan pentingnya menjadikan masjid sebagai ruang ramah bagi anak-anak. Menurutnya, generasi muda harus dibiasakan sejak dini untuk dekat dengan masjid sebagai bagian dari pembentukan generasi Qur’ani menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ia pun mendorong agar para imam rawatib turut menyiapkan regenerasi dengan mencetak calon-calon imam baru yang kompeten, sehingga keberlangsungan kualitas imamah tetap terjaga di masa mendatang.





