AS Wacanakan Negara Arab Tanggung Biaya Perang Iran, Picu Kontroversi Global

Aksi ini tidak hanya mengkritik kebijakan luar negeri terhadap Iran, tetapi juga menyoroti dampak ekonomi domestik, termasuk kenaikan harga dan beban pajak akibat perang.
Sejumlah demonstran bahkan menyebut konflik ini sebagai “perang Israel” dan mempertanyakan penggunaan dana publik untuk operasi militer di luar negeri.
Harapan Akhir Konflik
Dalam perkembangan terbaru, Trump menunda rencana serangan lanjutan terhadap infrastruktur energi Iran untuk membuka ruang negosiasi. Ia juga meyakini konflik akan segera berakhir dalam beberapa pekan ke depan.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Trump menyampaikan kepada para penasihatnya bahwa konflik diharapkan selesai dalam rentang empat hingga enam pekan.
Sementara itu, Gedung Putih juga mengonfirmasi rencana kunjungan Trump ke China pada 14–15 Mei untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Pertemuan tersebut diharapkan berlangsung setelah konflik dengan Iran mereda.
Di tengah dinamika yang terus berkembang, wacana pembebanan biaya perang kepada negara-negara Arab berpotensi memicu ketegangan baru, sekaligus mengubah peta aliansi geopolitik di kawasan Timur Tengah.





