AS Wacanakan Negara Arab Tanggung Biaya Perang Iran, Picu Kontroversi Global

SOLUSIMEDIA.ID — Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Amerika Serikat dan Israel lebih dulu melancarkan serangan ke Iran.
Di tengah situasi tersebut, muncul wacana kontroversial agar negara-negara Arab turut menanggung biaya operasi militer.
Gagasan tersebut mencuat dari lingkaran Gedung Putih. Sekretaris Pers Presiden AS, Karoline Leavitt, mengakui bahwa ide tersebut memang menjadi bagian dari pembahasan internal pemerintahan.
“Itu jelas merupakan ide yang dia miliki,” ujarnya dalam konferensi pers, seperti dilaporkan Ria Novosti.
Di lapangan, konflik bermula ketika Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan pada 28 Februari terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil, termasuk fasilitas pendidikan di wilayah selatan Iran.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Biaya Perang Membengkak
Meningkatnya biaya operasi militer menjadi salah satu latar belakang munculnya wacana pembagian beban tersebut.
Berdasarkan Iran War Cost Tracker, dalam 29 hari pertama konflik, biaya telah melampaui 35 miliar dolar AS.





