
Dokter tersebut diduga terpapar saat menangani pasien campak dan tetap bertugas meski telah mengalami gejala.
Kondisinya kemudian memburuk akibat komplikasi pada jantung dan otak hingga akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
Secara nasional, sekitar 8 persen kasus campak terjadi pada kelompok usia dewasa. Faktor komorbid serta tingginya intensitas paparan disebut menjadi penyebab meningkatnya risiko keparahan pada kelompok ini.
Sebagai langkah strategis, pemerintah tengah mempercepat analisis uji klinis vaksin guna memperluas cakupan vaksinasi campak, khususnya bagi kelompok dewasa dan tenaga kesehatan.
“Kami berkomitmen memberikan vaksinasi campak bagi seluruh peserta program internsip. Selain itu, wahana penempatan diwajibkan memastikan ketersediaan alat pelindung diri serta pengaturan beban kerja dan hak istirahat tenaga kesehatan,” tegasnya.
Kemenkes juga mengingatkan pentingnya disiplin operasional dalam mencegah penularan penyakit menular.
Tenaga kesehatan diminta segera melapor dan beristirahat apabila mengalami gejala, serta tidak memaksakan diri untuk tetap bertugas.





