Jadwal dan Keutamaan Puasa Sunnah April 2026, Bisa Digabungkan dalam Satu Niat

SOLUSIMEDIA.ID — Umat Muslim memiliki kesempatan untuk melaksanakan berbagai puasa sunnah sepanjang April 2026 yang memiliki keutamaan besar, mulai dari puasa Syawal, Ayyamul Bidh, hingga puasa Senin dan Kamis.
Ketiga jenis puasa ini dapat dilaksanakan secara terpisah maupun digabungkan dalam satu niat, sesuai dengan ketentuan dalam syariat Islam.
Berdasarkan keterangan ulama, penggabungan niat puasa sunnah diperbolehkan selama waktu pelaksanaannya bertepatan.
Hal ini termasuk menggabungkan puasa Ayyamul Bidh dengan puasa Syawal maupun dengan puasa sunnah lainnya.
Secara umum, puasa Syawal dapat dilaksanakan pada 1–18 April 2026 atau bertepatan dengan 12–29 Syawal 1447 Hijriah. Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada 2–4 April 2026 atau tanggal 13–15 Syawal. Adapun puasa Senin dan Kamis berlangsung rutin setiap pekan, seperti pada 6, 9, dan 13 April 2026.
Dalam pelaksanaannya, umat Muslim diperbolehkan menggabungkan niat puasa, misalnya antara puasa Ayyamul Bidh dan puasa Syawal. Bacaan niat yang dapat digunakan adalah:
“Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnati ayyamul bidh wa ‘an shauma syawali lillaahi ta’aala,”
Yang berarti: Aku berniat puasa sunnah ayyamul bidh dan puasa syawal esok hari karena Allah SWT.
Untuk puasa sunnah, niat tidak harus dilakukan sebelum fajar. Selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar, niat masih dapat dilakukan pada pagi atau siang hari.
Puasa Syawal memiliki keutamaan besar, yakni setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim.
Selain itu, puasa ini juga menjadi bentuk penyempurna ibadah Ramadhan serta tanda meningkatnya ketakwaan seorang Muslim.
Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah juga memiliki keutamaan serupa.
Dalam hadis disebutkan bahwa berpuasa tiga hari setiap bulan nilainya seperti berpuasa sepanjang tahun.
Adapun puasa Senin dan Kamis merupakan amalan yang rutin dilakukan Rasulullah SAW. Pada kedua hari tersebut, amal perbuatan manusia diangkat, sehingga berpuasa menjadi salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, umat Muslim diharapkan dapat memanfaatkan momentum bulan Syawal untuk memperbanyak amalan sunnah sebagai bentuk peningkatan iman dan ketakwaan.
(*)





