
Rangkaian upacara militer dilaksanakan secara lengkap, mulai dari penghantaran peti jenazah ke lokasi, pembacaan riwayat singkat, doa bersama, hingga penganugerahan medali kehormatan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Angkatan Bersenjata Lebanon secara anumerta.
Selain itu, dilakukan pula peletakan karangan bunga oleh perwakilan UNIFIL, Indonesia, dan militer Lebanon, dilanjutkan dengan penghormatan militer serta mengheningkan cipta.
Sebagai bentuk penghormatan khusus, Force Commander UNIFIL secara simbolis menyematkan scarf PBB pada peti jenazah dan menyampaikan belasungkawa kepada kontingen Indonesia.
Upacara tersebut juga melibatkan pasukan gabungan, termasuk satuan infanteri dan Polisi Militer Lebanon, unsur korsik, serta pasukan Kontingen Garuda (Konga).
Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan apresiasi atas dedikasi para prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas pada 29 dan 30 Maret 2026 di Lebanon Selatan.
“UNIFIL juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga, rekan, serta seluruh prajurit yang terdampak,” tulis UNIFIL.
Sebelumnya, ketiga prajurit tersebut dilaporkan gugur dalam dua insiden berbeda. Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di wilayah Adchit Al Qusayr pada 29 Maret.





