
Appi menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kekuatan sosial yang tumbuh dari komunitas keagamaan.
Ia pun mengajak para pendeta dan jemaat untuk membangun sinergi yang dimulai dari lingkungan rumah ibadah.
Lebih jauh, ia mengaitkan erat antara nilai toleransi, stabilitas sosial, dan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, iklim kota yang harmonis akan menciptakan kepercayaan bagi investor untuk masuk, yang pada akhirnya membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tingkat toleransi yang baik akan memberikan atmosfer ekonomi dan daya tarik investasi. Ketika investasi tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” jelasnya.
Karena itu, Appi menekankan bahwa gereja memiliki peran sentral tidak hanya dalam pembinaan spiritual, tetapi juga dalam memperkuat fondasi sosial ekonomi masyarakat.
Menutup sambutannya, Appi menyampaikan harapan agar perayaan Paskah yang dirangkaikan dengan hari jadi Jemaat Tello Batua yang ke 36 tahun dan milad Gereja Toraja yang ke 79 tahun ini menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.





