
Meski demikian, respons masyarakat kepulauan terhadap rencana ini disebut sangat positif. Rheza mengungkapkan bahwa selama ini warga kerap menghadapi kesulitan dalam mobilitas, bahkan harus bergotong royong untuk menyewa kapal dalam kondisi darurat.
Namun, tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur dermaga di sejumlah pulau. Dari hasil survei, hanya beberapa pulau seperti Barrang Lompo, Langkai, dan Bonetambung yang memiliki dermaga, meskipun sebagian masih belum representatif untuk sandar kapal berukuran besar.
Sementara Lumu-Lumu dan Lanjukang belum memiliki dermaga. Lanjukang memang ada rencana pembangunan dermaga wisata, tapi masih dalam proses.
“Ini tentu jadi perhatian kami karena kapal butuh kedalaman tertentu untuk sandar,” ungkapnya.
Pemerintah kota juga menargetkan layanan ini dapat digratiskan bagi masyarakat jika dukungan anggaran memungkinkan.
Adapun untuk tahap awal, program ini akan diawali dengan soft launching sekaligus uji coba operasional guna melihat efektivitas layanan di lapangan.
“Mudah-mudahan bulan Mei sudah bisa kita mulai. Kita akan soft launching dulu, kemudian trial untuk melihat bagaimana perkembangannya,” kata Rheza.





