
Munafri menyoroti masih adanya pola kerja OPD yang berorientasi pada aktivitas dan penyerapan anggaran, bukan pada dampak kinerja. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dan meninggalkan pola kerja sektoral.
“OPD A, B, C itu tidak berdiri sendiri. Yang kita harapkan bukan penilaian per OPD, tapi akumulasi dampak dari seluruh kinerja pemerintah kota,” imbuhnya.
Menurutnya, triwulan pertama merupakan fase krusial yang menentukan arah pembangunan sepanjang tahun anggaran. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak salah langkah sejak awal.
“Yang paling penting di triwulan pertama bukan capaiannya, tapi ketepatan arah. Kalau arah sudah benar, baru kita gas. Jangan sampai kita cepat, tapi salah arah,” tegas Munafri.
Ia juga menekankan pentingnya indikator kinerja yang terukur serta monev yang menghasilkan keputusan konkret, bukan sekadar formalitas.
“Harus ada keputusan yang memberi tekanan agar di triwulan berikutnya ada perbaikan dan dampak nyata,” lanjutnya.
Munafri turut mengingatkan agar dokumen perencanaan seperti RPJMD 2025–2029 benar-benar menjadi acuan kerja, bukan sekadar dokumen administratif.





