MakassarNews

Munafri Warning OPD: Triwulan I Penentu Arah, Program Harus Berdampak Nyata

“Evaluasi harus berbasis outcome, bukan sekadar kegiatan OPD. Bukan hanya apa yang kita kerjakan, tapi apa dampak yang dihasilkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar kebiasaan menumpuk pekerjaan di akhir tahun anggaran tidak terulang, karena berpotensi menimbulkan rendahnya realisasi dan sisa anggaran.

“Jangan lagi kita berkejar-kejaran di akhir tahun. Kita punya waktu satu tahun, jadi harus dimanfaatkan sejak awal dengan baik,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Makassar, Muh. Dahyal, melaporkan realisasi APBD Triwulan I 2026. Hingga akhir triwulan pertama, realisasi belanja daerah mencapai Rp465 miliar dari total anggaran Rp4,2 triliun atau 11,07 persen, dengan capaian fisik 11,36 persen.

BACA JUGA  Dinkes Makassar Gelar Pertemuan Advokasi Kelompok Kerja Penguatan Peran Posyandu

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, realisasi keuangan mengalami peningkatan sebesar 0,6 persen,” jelasnya.

Dari sisi pendapatan daerah, realisasi mencapai Rp1,041 triliun dari target Rp4,7 triliun atau 22,14 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 20,91 persen.

“Ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja dalam pengelolaan pendapatan daerah,” tambah Dahyal.

Ia menegaskan, rapat monev ini menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Makassar. (*)

BACA JUGA  Bersama Kemenkes, Aliyah Mustika Ilham Dorong Modernisasi Layanan Kesehatan di RSUD Daya

Lihat Semua

Previous page 1 2 3

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button