BusinessNasionalNews

Teladani Semangat Kartini, OJK Dorong Peran Aktif Perempuan Perkuat Budaya Anti Fraud

SOLUSIMEDIA.ID,REMBANG -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat budaya kerja berintegritas dengan mengajak pemangku kepentingan meneladani semangat R.A. Kartini, khususnya dalam membangun sikap independen, berpikir kritis, serta menjunjung nilai moral, etika, akuntabilitas, dan tanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, dalam Inspiring Talkshow bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026).

Sophia menegaskan peran perempuan semakin strategis dalam penguatan tata kelola di sektor publik dan jasa keuangan, meski masih dihadapkan pada tantangan kesetaraan dan kekerasan berbasis gender. Ia menyebut perempuan juga berperan penting dalam membangun generasi berintegritas, dimulai dari lingkungan keluarga.

Selain itu, perempuan dinilai menjadi kunci dalam mendukung prioritas pembangunan, termasuk penguatan SDM, kesetaraan gender, serta reformasi tata kelola dan pemberantasan korupsi.

BACA JUGA  OJK Tegaskan Reformasi Pasar Modal untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Sementara itu Menteri PAN-RB Rini Widyantini menambahkan, integritas merupakan fondasi utama kepercayaan publik terhadap institusi negara. Tanpa integritas, kebijakan berisiko kehilangan legitimasi dan efektivitas.

OJK melalui kegiatan ini menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola yang bersih serta mendorong peran aktif perempuan dalam memperkuat budaya anti-fraud di sektor jasa keuangan.

Pesan Integritas dari Tokoh Perempuan Nasional

Sebagai rangkaian kegiatan, ditayangkan video “Pesan Integritas Inspirasi Perempuan Indonesia”, yang memuat pesan dari sejumlah tokoh perempuan nasional mengenai pentingnya integritas, keberanian, dan kemandirian sebagai nilai yang sejalan dengan semangat Kartini.

Kegiatan tersebut diselenggarakan secara hybrid, dihadiri oleh 220 peserta secara luring dan sekitar 4.500 peserta secara daring yang berasal dari kementerian/lembaga, anggota DPR RI dan DPD RI, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, tokoh perempuan, mahasiswa, serta pegawai OJK.

BACA JUGA  Gagal Penyehatan, OJK Hentikan Operasional BPR Sungai Rumbai

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bank Indonesia, pemerintah daerah, Forkopimda Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Rembang, serta perwakilan lembaga jasa keuangan dan akademisi.

Melalui kegiatan ini, OJK kembali menegaskan komitmennya terhadap penerapan tata kelola yang bersih dan berintegritas, antara lain melalui sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) pada seluruh satuan kerja, pengendalian gratifikasi secara konsisten, serta sinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mencetak penyuluh antikorupsi bersertifikat.

OJK juga mendorong perempuan Indonesia, khususnya di lingkungan sektor jasa keuangan, untuk aktif berperan dalam memperkuat budaya antifraud, memahami larangan gratifikasi, serta memanfaatkan saluran Whistleblowing System (WBS) dalam pelaporan dugaan pelanggaran etik dan indikasi fraud, guna mewujudkan sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan terpercaya.

I

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button