
Implementasi peran tersebut terlihat dalam penanganan kasus di lokasi UTBK Gowa, tepatnya di Gedung Teknik Elektro. Pada pukul 10.40 WITA, seorang peserta mengeluhkan nyeri perut akibat bekas luka operasi. Tim medis segera melakukan pemeriksaan dengan hasil tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 71 kali per menit, serta saturasi oksigen 96 persen yang masih dalam batas stabil.
Berdasarkan hasil tersebut, tim medis memberikan terapi berupa obat anti nyeri sebagai langkah awal. Penanganan dilakukan secara terukur agar keluhan dapat segera diatasi tanpa mengganggu konsentrasi peserta selama ujian berlangsung. Setelah sesi ujian selesai, kondisi peserta dilaporkan membaik secara signifikan.
Kasus kedua terjadi pada pukul 12.10 WITA di lokasi yang sama, ketika peserta mengalami pusing disertai nyeri ulu hati dengan riwayat gastritis. Pemeriksaan awal menunjukkan tekanan darah 90/70 mmHg, denyut nadi 56 kali per menit, serta saturasi oksigen 92 persen, yang mengindikasikan perlunya penanganan segera.
Merespons kondisi tersebut, tim medis melakukan intervensi komprehensif melalui pemberian oksigen, obat anti nyeri, dan antasida. Penanganan disertai observasi ketat untuk memastikan stabilisasi kondisi sebelum peserta diperbolehkan meninggalkan lokasi ujian.





