
Hasil observasi menunjukkan adanya perbaikan bertahap. Setelah diberikan asupan ringan, tekanan darah meningkat menjadi 100/70 mmHg, saturasi oksigen mencapai 99 persen, dan denyut nadi berada pada angka 66 kali per menit. Peserta kemudian dipulangkan dalam kondisi membaik dengan pendampingan orang tua.
Secara keseluruhan, untuk pelaksanaan UTBK hari kedua, tim medis Unhas telah menangani empat kasus, masing-masing dua di lokasi Gowa dan dua lainnya di Tamalanrea. Untuk Tamalanrea, selain peserta, penanganan juga diberikan kepada petugas IT yang mengalami gangguan pada mata.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Unhas menyiapkan dua posko layanan kesehatan yang mendukung pergerakan tenaga medis di lapangan, masing-masing di lokasi UTBK Tamalanrea dan Gowa. Tenaga medis yang dilibatkan merupakan tim profesional dari Rumah Sakit Unhas yang terjun langsung untuk memastikan setiap potensi gangguan kesehatan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Pendekatan berbasis observasi medis dan intervensi cepat ini mencerminkan komitmen Unhas dalam menghadirkan lingkungan ujian yang tidak hanya kondusif secara akademik, tetapi juga aman dari sisi kesehatan. Dalam konteks ini, tenaga medis menjadi pilar penting yang memastikan setiap proses UTBK berjalan lancar, aman, dan terkendali. (*/mir)





