
Menurutnya, kolaborasi dengan industri menjadi langkah penting agar riset dan inovasi kampus tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi mampu diimplementasikan secara langsung di lapangan.
“Penguasaan teknologi adalah kunci agar kita bisa mandiri. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting untuk menjembatani dunia akademik dan kebutuhan industri,” tegasnya.
Prof. JJ menambahkan, Unhas akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendukung program ketahanan pangan secara terukur dan berkelanjutan.
Sementara itu, Founder PT Industri Padi Nusantara, Prof. Dr. Drs. H. A. M. Nurdin Halid, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki visi yang sejalan dalam mendukung swasembada beras melalui pendekatan teknologi pertanian modern.
“Kami berharap kerja sama ini melahirkan perusahaan yang fokus pada teknologi pembibitan, dengan output yang benar-benar melayani kebutuhan petani Indonesia,” jelas Prof. Nurdin Halid.
Pengembangan benih unggul, modernisasi sistem produksi, hingga penguatan quality control menjadi bagian penting dalam menciptakan produk yang kompetitif, baik untuk pasar domestik maupun internasional.





