
SOLUSIMEDIA.ID, BEKASI – Jumlah korban jiwa dalam insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah.
Hingga Selasa (28/4) siang, Polda Metro Jaya melaporkan total korban meninggal dunia mencapai 15 orang, menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu kecelakaan kereta paling serius dalam beberapa waktu terakhir.
Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr. Martinus Ginting, menyampaikan bahwa proses identifikasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dari total korban meninggal, sebanyak 10 jenazah masih dalam tahap identifikasi mendalam.
Proses ini melibatkan metode forensik yang komprehensif, seperti pencocokan data antemortem dan postmortem, termasuk identifikasi melalui foto terakhir korban, rekam medis gigi, hingga sidik jari. Hingga saat ini, pihak RS Polri telah menerima sedikitnya tujuh data antemortem dari keluarga korban guna mempercepat proses pencocokan identitas.
“Kami terus berkoordinasi dengan keluarga korban untuk melengkapi data yang dibutuhkan agar proses identifikasi bisa segera rampung dan jenazah dapat diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Martinus.





