
Sementara itu, puluhan korban luka-luka masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Beberapa rumah sakit yang menangani korban di antaranya RSUD Kota Bekasi, RS Primaya Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Bhakti Kartini, serta RS Hermina Bekasi. Kondisi korban bervariasi, mulai dari luka ringan hingga luka berat yang membutuhkan penanganan serius.
Berdasarkan informasi sementara dari sejumlah sumber di lapangan, kecelakaan diduga terjadi akibat adanya gangguan di jalur perlintasan yang memicu tabrakan antara kereta jarak jauh dan KRL commuter line. Benturan keras menyebabkan beberapa gerbong mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian belakang rangkaian KRL.
Evakuasi korban dilakukan secara cepat oleh petugas gabungan dari kepolisian, Basarnas, petugas KAI, serta relawan yang berada di lokasi. Proses evakuasi sempat berlangsung dramatis karena kondisi gerbong yang ringsek dan banyaknya korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta.
Selain fokus pada penanganan korban, pihak berwenang juga tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan meliputi sistem persinyalan, kelayakan jalur, hingga faktor human error yang mungkin berkontribusi terhadap insiden tersebut.





