
“Setiap audit menghadirkan catatan penting yang menjadi dasar perbaikan. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya memastikan tata kelola keuangan terus berkembang dan semakin akuntabel,” ujar Prof. Subehan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa capaian WTP perlu diiringi dengan perhatian yang lebih terfokus, khususnya dalam menjaga konsistensi kualitas data, kelengkapan dokumen, serta integrasi sistem pelaporan di seluruh unit kerja.
Sementara itu, Dr. Padri Achyarsyah menyampaikan bahwa opini WTP menunjukkan bahwa laporan keuangan konsolidasian Unhas, termasuk entitas anak, telah disajikan secara wajar dalam semua aspek material sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Namun, ia menggarisbawahi pentingnya membangun kesadaran kolektif terhadap kualitas pelaporan.
“Penguatan pada aspek kelengkapan dokumen dan manajemen pelaporan menjadi kunci untuk menjaga akuntabilitas, transparansi, dan responsibility. Ini memerlukan kerja sama yang intens dari seluruh unit,” jelas Padri.
Dari sudut pandang manajemen publik, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 17 tahun berturut-turut menjadi indikator kuat bahwa Unhas telah membangun ekosistem tata kelola berbasis integritas, disiplin sistem, dan budaya organisasi yang adaptif terhadap evaluasi.





