
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelayanan administrasi kependudukan melalui inovasi KISAK. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi KISAK Pokja I yang digelar di Auditorium Gedung TP PKK Kota Makassar, Rabu (6/5/2026).
Mengusung tema “Inovasi KISAK: Tidak Ada Lagi Warga yang Tercecer”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran kader PKK dalam menjangkau masyarakat hingga lapisan terbawah, khususnya melalui jaringan dasawisma.
Dalam kesempatan tersebut, Melinda Aksa juga secara simbolis menyerahkan rompi dan ID Card kepada para Duta KISAK sebagai bentuk penguatan identitas sekaligus peran strategis kader di lapangan.
“Melalui KISAK, kita ingin memastikan tidak ada lagi warga yang luput dari pendataan dan pelayanan. PKK hadir sampai ke dasawisma, dan di situlah kekuatan kita menjangkau yang sering tidak terlihat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Duta KISAK memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam memastikan data kependudukan masyarakat selalu terbarui serta pelayanan dapat menjangkau seluruh warga secara merata.
Kegiatan sosialisasi ini turut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan pemerintah, yakni Zulkifli Aspan dan Iqbal Suhaeb.
Dalam pemaparannya, Iqbal Suhaeb mengapresiasi inovasi KISAK yang dinilai mampu mendukung kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, terutama dalam memperkuat pendataan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
“KISAK ini sangat bagus karena membantu Dukcapil, terutama dengan keterlibatan kader PKK hingga ke dasawisma. Ini mempercepat pelayanan dan memperkuat basis data kependudukan,” jelasnya.
Sementara itu, Zulkifli Aspan menekankan pentingnya kesadaran hukum masyarakat terhadap administrasi kependudukan sebagai hak dasar yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar berharap inovasi KISAK dapat dipahami dan diimplementasikan secara optimal oleh seluruh kader, sehingga pelayanan administrasi kependudukan semakin inklusif dan tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam mengakses layanan dasar.





