BusinessNasionalNews

Tekanan Global Berlanjut, OJK Nilai Kinerja Ekonomi Domestik Tetap Solid

SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah berlanjutnya ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 30 April 2026.

OJK menilai dinamika global masih dibayangi ketegangan geopolitik, termasuk dampak lanjutan konflik di Timur Tengah yang memicu gangguan distribusi energi dunia.

Meskipun telah terjadi kesepakatan gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pada awal April, penutupan Selat Hormuz masih berlanjut sehingga harga minyak tetap tinggi dan volatil.

BACA JUGA  Perbankan Syariah Tumbuh Solid, OJK Catat Aset Tembus Rp1.061 Triliun per Maret 2026

Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan World Economic Outlook April 2026 memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1 persen.

Risiko stagflasi dinilai meningkat seiring tekanan inflasi, fragmentasi geopolitik, serta gangguan rantai pasok.

Tekanan global juga tercermin pada perlambatan ekonomi Amerika Serikat, sementara ekonomi Tiongkok mulai menunjukkan pelemahan momentum meski masih tumbuh sesuai target. Kondisi tersebut mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter di sejumlah negara maju.

Di tengah situasi tersebut, perekonomian domestik Indonesia tetap menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan mencapai 5,61 persen.

BACA JUGA  OJK Buka Peluang Data Lintas Batas RI–AS, Tekankan Pengawasan Ketat dan Mitigasi Risiko

Konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah menjadi penopang utama, didukung oleh tingkat keyakinan konsumen yang masih berada di zona optimis.

Ketahanan eksternal juga tetap kuat, tercermin dari cadangan devisa sebesar USD148,2 miliar serta neraca perdagangan yang mencatatkan surplus. OJK menegaskan bahwa kombinasi faktor tersebut menjadi penopang utama stabilitas sektor jasa keuangan nasional. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button