BusinessNasionalNews

Kredit UMKM Mulai Pulih, Akses Pembiayaan Terus Diperluas

Dari sisi risiko, kualitas kredit tetap terjaga. Rasio Loan at Risk (LaR) turun menjadi 8,94 persen, sementara Non-Performing Loan (NPL) gross dan net masing-masing berada di level 2,14 persen dan 0,83 persen—membaik dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan kemampuan perbankan dalam mengelola risiko di tengah ketidakpastian global.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh kuat sebesar 13,55 persen yoy menjadi Rp10.230,81 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan giro, deposito, dan tabungan. Sementara itu, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 84,64 persen, mencerminkan likuiditas yang masih memadai untuk mendukung ekspansi kredit ke depan.

BACA JUGA  Munafri-Aliyah Resmikan Kehadiran Padel Qu, Tekankan Manfaat Sosial Olahraga

“Peningkatan volatilitas global tetap menjadi perhatian, namun perbankan Indonesia memiliki permodalan yang kuat dan likuiditas yang cukup untuk menyerap potensi tekanan ke depan,” ujar Dian.

Secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama didorong oleh sektor konstruksi, rumah tangga, dan industri pengolahan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 20,85 persen, diikuti kredit konsumsi dan modal kerja. Sementara itu, kredit korporasi tumbuh signifikan, sedangkan kredit UMKM mulai menunjukkan pemulihan.

Lihat Semua

BACA JUGA  OJK Tegaskan Ketahanan Sektor Keuangan dan Komitmen Reformasi Pascarevisi Outlook Fitch Ratings
Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button