
Seiring dengan perkembangan dunia modern, Prof JJ menjelaskan berbagai risiko baru yang membutuhkan generasi adaptif, kreatif, dan terbuka terhadap perubahan. Dalam konteks tersebut, lulusan Unhas dituntut untuk tidak terjebak pada zona nyaman kompetensi yang dimiliki.
“Keterampilan paling berharga hari ini adalah kemampuan untuk terus membongkar pengetahuan lama dan mempelajari hal baru. Learn, unlearn, and relearn menjadi kemampuan yang harus dimiliki setiap lulusan Unhas agar tetap relevan di tengah perubahan global,” jelas Prof JJ.
Mandat perguruan tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kini harus dimaknai secara lebih luas. Pendidikan tinggi, menurut Prof JJ, tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul di ruang kelas, tetapi juga harus mampu melahirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Unhas terus memperkuat inovasi dan hilirisasi riset agar hasil pengembangan ilmu pengetahuan dapat memberi dampak langsung bagi pembangunan nasional.
Berbagai inovasi telah dikembangkan Unhas, mulai dari pengembangan benih jagung unggulan, varietas Ayam Alope, hingga pengelolaan peternakan modern closed house yang menjadi bagian dari penguatan sektor agrokompleks universitas.





