
Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Poso, Wakil Bupati Konawe Selatan, perwakilan organisasi perangkat daerah, pelaku usaha, lembaga jasa keuangan, akademisi, mahasiswa, hingga lembaga internasional dari wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Selain forum diskusi, OJK Sulselbar bersama OJK Institute dan akademisi Universitas Hasanuddin juga mendiseminasikan sejumlah hasil riset terkait akses keuangan dan pengembangan ekonomi daerah.
Riset tersebut mencakup peran sektor jasa keuangan dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah, analisis kebutuhan asuransi parametrik sektor pertanian, hingga kebutuhan akses keuangan petani kakao dalam ekosistem closed loop.
Direktur Riset OJK Institute, Bayu Bandono, menyebut hasil riset tersebut diharapkan menjadi referensi strategis berbasis data dalam mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Riset ini diharapkan mampu memberikan insight yang bermanfaat bagi pemerintah, industri, akademisi, maupun masyarakat luas dalam mendorong penguatan sektor jasa keuangan serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Bayu.





