
Dengan suhu di Makkah dan Madinah yang berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius, jemaah diminta membatasi aktivitas yang tidak mendesak, khususnya pada siang hari.
Jemaah juga diimbau memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan, serta memaksimalkan waktu istirahat agar stamina tetap terjaga.
“Puncak haji adalah fase ibadah yang sangat membutuhkan stamina. Jangan sampai tenaga habis sebelum waktunya. Utamakan ibadah wajib, kurangi aktivitas yang menguras fisik, dan segera laporkan jika mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun,” kata Ichsan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau komorbid agar selalu didampingi serta aktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 67 jemaah Indonesia masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
“Layanan kesehatan kami siaga 24 jam, tetapi keberhasilan menjaga kesehatan sangat bergantung pada kedisiplinan jemaah sendiri. Jangan menunda melapor jika merasa tidak sehat,” tambahnya.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah gelombang kedua yang masuk melalui Jeddah agar sudah mengenakan kain ihram sejak di embarkasi, mengingat pengambilan miqat dilakukan dalam perjalanan menuju Arab Saudi sebelum tiba di Makkah.





