
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pembangunan kota membutuhkan pemikiran kritis, kolaborasi lintas sektor, serta kemampuan menghadirkan solusi yang relevan terhadap kebutuhan masyarakat.
Bappeda Makassar berharap pengalaman lapangan ini dapat membentuk generasi muda yang lebih adaptif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Selain memperkuat pemahaman akademik, kunjungan tersebut juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih siap terlibat dalam proses pembangunan dan pelayanan publik di masa mendatang.
Bappeda Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi generasi muda sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan pembangunan perkotaan.
“Makassar tidak dibangun hanya dengan mimpi, tetapi melalui ide, aksi, dan generasi yang mau terlibat. Masa depan kota bukan untuk ditunggu, melainkan dipersiapkan dan dibangun bersama,” menjadi semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. (*)





