
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Sejumlah massa aksi dari serikat buruh dan organisasi mahasiswa masih memadati sejumlah titik di Kota Makassar dipadati massa aksi dari serikat buruh dan organisasi mahasiswa pada Selasa (2/9/2025).
Isu yang diangkat meluas, mulai dari tuntutan perbaikan upah hingga desakan reformasi institusi negara.
Sejak pagi, ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (F-SPTI SPSI) menduduki kawasan Pelabuhan Makassar. Mereka menuntut penyesuaian upah Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang dinilai masih di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP).
Gelombang serupa kemudian bergerak ke Kantor Gubernur Sulsel dan PT Aneka Daur Ulang, dengan jumlah massa mencapai sekitar 500 orang.
Di jalur akses Bandara Sultan Hasanuddin, tepatnya di Simpang Lima Biringkanaya, massa DPC KSPSI Maros menggelar aksi menolak kenaikan gaji serta tunjangan DPR RI.
Meski jumlah peserta hanya sekitar 30 orang, lokasi strategis aksi membuat perhatian publik tertuju ke sana.
Sementara itu gerakan mahasiswa turut menambah intensitas demonstrasi hari ini. Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum menekan Polrestabes Makassar dan Polsek Panakkukang untuk membuka penyidikan secara transparan.





