
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengaku tidak mengetahui secara detail mekanisme dan indikator penilaian yang digunakan panitia seleksi tingkat provinsi. Meski demikian, ia mengaku memberi perhatian serius terhadap informasi yang beredar terkait adanya reposisi atau perubahan hasil pada tahapan akhir seleksi.
“Saya tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi kendala di tingkat provinsi. Tetapi kami mendengar adanya kabar reposisi tersebut. Padahal berdasarkan informasi yang kami terima, nilai peserta dari Makassar sebenarnya cukup baik,” ungkapnya.
Menurut Appi, persoalan ini tidak hanya berbicara soal lolos atau tidaknya peserta ke tingkat nasional, namun juga menyangkut kondisi psikologis para siswa yang telah menjalani proses panjang selama masa pembinaan dan seleksi.
Ia menilai para peserta telah berjuang keras serta mempersiapkan diri secara maksimal demi membawa nama daerah.
“Kasihan anak-anak yang sudah menjalani proses panjang. Mereka berlatih dengan sungguh-sungguh dan memiliki harapan besar. Yang paling kami khawatirkan adalah kondisi mental serta semangat mereka setelah polemik ini,” tambahnya.





