
Ia juga menyarankan agar peserta KKN dibagi ke dalam tiga kecamatan berbeda guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
Menurut Aliyah, penempatan sekitar 25 mahasiswa di setiap kecamatan akan mempermudah koordinasi sekaligus memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar, Haidil Adha, mengatakan mahasiswa KKN nantinya diharapkan dapat mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Kota Makassar.
Program tersebut meliputi urban farming, pengembangan creative hub, penanganan sampah, hingga berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.
“Adik-adik mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dan ikut berkontribusi dalam mendukung program prioritas pemerintah di wilayah,” katanya.
Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Fathur Rahim. Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan pelaksanaan KKN berjalan lancar.
Turut mendampingi Wakil Wali Kota Makassar dalam audiensi tersebut yakni Kepala BRIDA Kota Makassar Haidil Adha, Kepala Kesbangpol Kota Makassar Fathur Rahim, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kota Makassar.





