
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Suasana haru dan bahagia menyelimuti kedatangan Jemaah Haji Kloter 1 asal Kabupaten Soppeng di Asrama Haji Makassar, Senin malam (1/6/2026).
Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, para jemaah akhirnya kembali ke tanah air dan berkumpul kembali dengan keluarga serta kerabat yang telah lama menanti.
Sebanyak 391 orang yang terdiri atas jemaah dan petugas kloter tiba di Makassar dalam kondisi sehat. Kedatangan mereka disambut penuh rasa syukur setelah melalui perjalanan panjang dan menjalankan ibadah haji yang menjadi impian umat Muslim.
Raut wajah bahagia tampak menghiasi para jemaah saat memasuki area Asrama Haji. Tak sedikit yang terlihat terharu karena akhirnya dapat kembali ke kampung halaman setelah menjalani ibadah di Makkah dan Madinah.
Beberapa jemaah juga antusias berbagi pengalaman selama berada di Tanah Suci. Mereka menceritakan berbagai momen berkesan, mulai dari pelaksanaan ibadah di Masjidil Haram, wukuf di Arafah, hingga kebersamaan dengan sesama jemaah dari berbagai daerah dan negara.
Menurut para jemaah, perjalanan haji tahun ini memberikan pengalaman spiritual yang mendalam sekaligus menjadi pelajaran berharga tentang kesabaran, kebersamaan, dan keikhlasan dalam beribadah.
Selain membawa kenangan dan pengalaman religius yang tak terlupakan, para jemaah juga membawa berbagai oleh-oleh khas Tanah Suci untuk keluarga di rumah. Salah satu yang paling banyak dibawa adalah boneka onta, suvenir khas yang menjadi simbol ikonik Arab Saudi dan kerap menjadi favorit keluarga, khususnya anak-anak.
Oleh-oleh tersebut menjadi bentuk perhatian dan ungkapan kasih sayang para jemaah kepada keluarga yang selama ini mendoakan kelancaran perjalanan ibadah mereka.
Kepulangan Kloter 1 Kabupaten Soppeng menjadi awal dari proses pemulangan jemaah haji Sulawesi Selatan tahun 2026. Kehadiran mereka dalam kondisi sehat menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga dan masyarakat yang menantikan kepulangan para tamu Allah dari Tanah Suci.
Momen kepulangan ini tidak hanya menjadi akhir dari perjalanan ibadah haji, tetapi juga menjadi awal bagi para jemaah untuk mengamalkan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. (*)





