
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya kepada publik.
“Jangan sampai informasi yang belum jelas justru menimbulkan persepsi yang keliru. Semua harus dilihat berdasarkan fakta yang sebenarnya,” tegas Nanin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagian besar sampah yang menumpuk di Pantai Losari merupakan sampah kiriman yang terbawa arus dari berbagai kawasan pesisir serta saluran kanal yang bermuara ke laut.
Sampah tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk kawasan permukiman yang masih membuang sampah ke kanal dan drainase. Saat hujan turun atau arus laut meningkat, sampah kemudian terbawa hingga ke laut dan akhirnya menumpuk di kawasan Pantai Losari.
Karena itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Ujung Pandang bersama jajaran kelurahan terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Menurut Nanin, Pantai Losari bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga wajah Kota Makassar yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Oleh sebab itu, menjaga kebersihannya merupakan tanggung jawab bersama.





