
Kementerian Transmigrasi menggandeng 10 perguruan tinggi mitra utama dari berbagai wilayah Indonesia, salah satunya Universitas Hasanuddin. Sebagai mitra pelaksana, Unhas berperan dalam mendukung proses rekrutmen dan seleksi peserta serta penguatan kapasitas calon anggota Tim Ekspedisi Patriot.
Sebagai salah satu perguruan tinggi mitra utama, Universitas Hasanuddin menjadi lokasi pelaksanaan proses seleksi TEP 2026. Tercatat sebanyak 1.182 pendaftar melalui Unhas. Dari jumlah tersebut, 340 orang atau 28,8 persen merupakan alumni Universitas Hasanuddin, sedangkan 842 orang atau 71,2 persen berasal dari berbagai perguruan tinggi lain.
Angka ini menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk terlibat dalam program pengabdian dan pembangunan kawasan transmigrasi yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi.
Seleksi berlangsung secara bertahap dan kompetitif. Sebanyak 803 peserta melanjutkan ke tahap self-assessment. Penilaian dilakukan berdasarkan delapan aspek utama, yaitu:
1. kualifikasi akademik dan kompetensi dasar;
2. pengalaman penelitian, pengabdian, dan pendampingan;
3. motivasi, komitmen, dan orientasi pengabdian;
4. kesiapan penempatan dan ketahanan lapangan;
5. adaptasi sosial, budaya, dan komunikasi masyarakat;
6. kerja sama tim, kepemimpinan, dan inisiatif;
7. kemampuan fasilitasi dan implementasi program;
8. serta kontribusi potensial terhadap program.





