BusinessMakassarNewsRegional

OJK Setujui Penggabungan Lima BPR ke BPR Pataru Laba, Perkuat Industri Perbankan di Sulawesi

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menyetujui penggabungan lima Bank Perekonomian Rakyat (BPR), yakni BPR Ganda Lata, BPR Paro Laba, BPR Hara Lata, BPR Suar Data, dan BPR Paro Dana ke dalam PT BPR Pataru Laba.

Persetujuan tersebut merupakan bagian dari strategi konsolidasi industri perbankan yang terus didorong OJK untuk memperkuat permodalan, meningkatkan daya saing, serta memperkokoh ketahanan BPR dalam mendukung pembiayaan sektor riil, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-41/D.03/2026 tertanggal 20 Mei 2026 tentang pemberian izin penggabungan lima BPR ke dalam PT BPR Pataru Laba yang berkedudukan di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengatakan langkah penggabungan usaha tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasional BPR sehingga dapat memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

BACA JUGA  OJK Sulselbar: Stabilitas Keuangan Sulampua Tetap Terjaga,Kinerja Sektor Perbankan Positif

“Melalui penggabungan usaha, BPR diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan, memperkuat struktur permodalan, memperluas jangkauan layanan, serta meningkatkan peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pengembangan layanan keuangan yang lebih inovatif dan digital,” ujarnya di Makassar, Selasa (2/6/2026).

Dengan terealisasinya penggabungan tersebut, jumlah BPR dan BPRS yang berada di wilayah kerja OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat kini menjadi 17 BPR dan 8 BPRS.

OJK mencatat hingga 30 April 2026, kinerja industri BPR dan BPRS di wilayah tersebut menunjukkan tren positif. Total aset mencapai Rp4,33 triliun atau tumbuh 9,02 persen secara tahunan (year on year/yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp2,83 triliun atau meningkat 5,54 persen yoy, sementara penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp3,64 triliun atau tumbuh 7,63 persen yoy.

BACA JUGA  Sidang TACB, Disbud Makassar Dorong Perlindungan Bangunan Bersejarah

Menurut OJK, pertumbuhan tersebut turut didukung oleh efektivitas program penggabungan usaha BPR yang telah berjalan di wilayah kepulauan Sulawesi.

OJK juga mengimbau masyarakat dan nasabah untuk tetap tenang serta terus memanfaatkan layanan BPR yang saat ini semakin diperkuat melalui kebijakan konsolidasi yang sehat dan terarah.

Ke depan, OJK akan terus mendorong penguatan kelembagaan BPR melalui konsolidasi dan transformasi industri guna menciptakan sektor perbankan yang lebih efisien, kompetitif, tangguh, serta mampu memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button