
OJK mencatat kinerja sektor jasa keuangan tetap solid dengan intermediasi yang tumbuh positif serta tingkat solvabilitas yang terjaga pada level tinggi. Kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp8.755 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari kredit investasi yang meningkat 19,48 persen yoy, diikuti kredit konsumsi 6,13 persen dan kredit modal kerja 6,04 persen.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) perbankan juga tumbuh 11,39 persen yoy menjadi Rp10.077 triliun. Dari sisi risiko, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,17 persen dan NPL net 0,84 persen. Permodalan perbankan juga tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 23,97 persen.
Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Mei 2026 ditutup di level 6.127,38 atau terkoreksi 11,92 persen secara bulanan dan 29,14 persen secara year to date (ytd). Kendati demikian, OJK menilai pasar modal domestik masih menunjukkan ketahanan yang memadai dengan likuiditas yang tetap terjaga.
Jumlah investor pasar modal juga terus meningkat. Hingga Mei 2026, jumlah investor mencapai 27,75 juta atau tumbuh 36,27 persen secara ytd setelah bertambah sekitar 1,26 juta investor baru dalam satu bulan.





