
Menurut Munafri, keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.
Karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memilah sampah sejak dari rumah.
“Jika kesadaran itu tumbuh dari keluarga, maka akan terbentuk budaya peduli lingkungan yang kuat di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, setiap perangkat daerah diberikan tanggung jawab untuk memungut sekaligus memilah sampah berdasarkan kategorinya. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman langsung mengenai pentingnya pemilahan sampah dalam mendukung proses pengelolaan dan daur ulang.
Munafri menilai kegiatan plogging menjadi contoh sederhana namun efektif dalam membangun komunitas yang peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Nah, inilah salah satu contoh baik yang harus terus kita dorong untuk membangun komunitas yang bersih di wilayah masing-masing,” tuturnya.
Dari hasil kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 35,12 kilogram sampah organik berhasil dikumpulkan. Selain itu terdapat 30,34 kilogram sampah anorganik, 69,43 kilogram sampah residu, serta 4,10 kilogram sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).





