
Untuk memastikan perubahan berjalan berkelanjutan, warga menyusun berbagai program secara bertahap melalui roadmap bulanan dan tahunan yang fokus pada edukasi, pendampingan, serta pembentukan kebiasaan memilah sampah secara mandiri.
“Saat ini fokus utama kami adalah memastikan seluruh warga mampu memilah sampah dari rumah masing-masing secara konsisten. Karena perubahan perilaku adalah fondasi utama dari seluruh program yang kami bangun,” jelas Andi Nirma.
Dalam perjalanannya, BSU Nurul Ilmi mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kelurahan Tamangapa, Pemerintah Kecamatan Manggala, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Perikanan, komunitas lingkungan, hingga pihak pengembang perumahan yang turut membantu penyediaan sarana dan prasarana.
Kolaborasi tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah ekosistem lingkungan yang saling terhubung. Salah satu program terbaru yang sedang dikembangkan adalah pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos melalui fasilitas teba yang dibangun berdampingan dengan kebun PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT).
Ke depan, kompos yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk mendukung program urban farming yang terus dikembangkan warga di lahan kosong, taman lingkungan, maupun pekarangan rumah.





