
“Urban farming akan menjadi bagian dari siklus yang kami bangun. Sampah organik diolah menjadi kompos, lalu kompos dimanfaatkan kembali untuk mendukung pertanian perkotaan,” katanya.
Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan ekonomi sirkular di tingkat lingkungan, di mana sebagian besar hasil pengolahan sampah dapat dimanfaatkan kembali oleh warga dan memberikan nilai tambah bagi kawasan.
Selain pengelolaan sampah, tim Agent of Change yang dibentuk warga juga terus melakukan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan kepada masyarakat untuk memperkuat budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.
Bagi Andi Nirma, tujuan utama gerakan ini bukan semata-mata menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami ingin membuktikan bahwa lingkungan bersih bukan karena banyaknya petugas kebersihan, tetapi karena masyarakatnya memiliki kesadaran dan budaya hidup bersih,” tuturnya.
Apa yang tumbuh di Cluster Berlian Permai hari ini menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah sederhana. Dari keresahan terhadap sampah, lahir gerakan kolektif yang tidak hanya mengubah lingkungan, tetapi juga membangun budaya baru yang lebih peduli terhadap masa depan.





