
“Komitmen Rektor Universitas Hasanuddin terhadap penguatan kampus inklusif terus diwujudkan melalui berbagai kebijakan, termasuk peningkatan kuota penerimaan mahasiswa baru jalur afirmasi disabilitas dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan keseriusan universitas dalam membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas,” jelas Dr. Ishak.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa asesmen yang dilakukan tidak semata-mata bertujuan memenuhi kebutuhan administratif penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memastikan proses pengambilan keputusan berlangsung secara adil, akuntabel, dan berkelanjutan.
Hasil asesmen akan menjadi dasar dalam penyediaan akomodasi yang layak sesuai kebutuhan masing-masing mahasiswa ketika menjalani proses pembelajaran di kampus.
Selama pelaksanaan asesmen, sejumlah calon mahasiswa dan orang tua turut menyampaikan harapan terhadap penguatan ekosistem kampus yang lebih inklusif. Beberapa masukan yang disampaikan antara lain peningkatan aksesibilitas fisik bagi pengguna kursi roda, fleksibilitas waktu dalam pelaksanaan tugas dan ujian, serta penguatan budaya akademik yang bebas dari diskriminasi.





