
Di sisi lain, peningkatan konektivitas juga dinilai dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata bahari di kawasan Kepulauan Sangkarrang. Akses transportasi yang lebih teratur akan memudahkan wisatawan menjangkau berbagai destinasi wisata pulau yang menjadi salah satu potensi unggulan Kota Makassar.
Adi berharap program Pete-pete Laut dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan sehingga tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan pariwisata wilayah kepulauan.
Pada tahap awal, layanan Pete-pete Laut akan beroperasi menggunakan satu armada berkapasitas sekitar 25 hingga 30 penumpang dengan frekuensi pelayanan satu kali setiap pekan. Rute pelayaran dimulai dari Pulau Barrang Lompo menuju Pulau Bone Tambu, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, hingga pulau terluar sebelum kembali ke titik keberangkatan.
Program ini diharapkan menjadi solusi transportasi yang mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan Kota Makassar. (*)





