
Farid juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip “menyisihkan, bukan menyisakan” dalam mengelola pendapatan. Menurutnya, sebagian pendapatan perlu dialokasikan terlebih dahulu untuk tabungan atau kebutuhan jangka panjang sebelum digunakan untuk berbagai pengeluaran lainnya. Selain itu, kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan menjadi pondasi penting dalam membangun ketahanan finansial.
Pada kesempatan yang sama, Farid menjelaskan bahwa sektor keuangan nasional masih didominasi oleh industri perbankan. Namun demikian, tingkat pemahaman masyarakat mengenai sistem perbankan dan mekanisme perlindungan simpanan masih relatif rendah. Karena itu, LPS terus berupaya meningkatkan edukasi publik mengenai pentingnya sistem perbankan yang sehat serta peran lembaga tersebut dalam menjamin simpanan nasabah dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan nasional.
Dirinya berharap, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dapat menjadi agen perubahan yang turut mendorong peningkatan literasi keuangan di masyarakat. Dengan pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih bijaksana dan terhindar dari berbagai jebakan finansial yang dapat menghambat masa depan mereka.





