
Berangkat dari kondisi tersebut, tim pengabdian Unhas merancang program yang tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan, literasi keuangan, dan kesadaran lingkungan masyarakat.
Pendekatan ini dinilai penting mengingat keberlanjutan usaha perikanan sangat bergantung pada kualitas ekosistem pesisir, khususnya kawasan Mangrove yang berfungsi sebagai habitat penting berbagai jenis ikan, udang, dan biota laut lainnya.
Kegiatan diikuti oleh 32 peserta dari empat kelompok usaha masyarakat. Turut hadir, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar, Kepala Bidang Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar, sejumlah staf Dinas Perikanan, serta Kepala Desa Bontosunggu.
Pelaksanaan program adalah para dosen yang melibatkan lima mahasiswa Unhas. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami persoalan pembangunan di tingkat lokal.
Materi kegiatan difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, penguatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ekosistem Mangrove sebagai penopang produktivitas perikanan pesisir dan benteng alami terhadap abrasi pantai.





