
Kawasan pusat aktivitas masyarakat seperti Boulevard dan Pengayoman disebut menjadi lokasi potensial untuk penerapan gedung parkir bertingkat yang didukung sistem digitalisasi. Selain itu, Pemkot Makassar juga mulai mengkaji sejumlah lahan kosong strategis yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas parkir terintegrasi.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah ruas Jalan Metro Tanjung Bunga, khususnya di sekitar Trans Studio Mall Makassar dan Phinisi Point. Selama ini, kawasan tersebut kerap dikeluhkan pengguna jalan akibat tingginya volume kendaraan, penggunaan bahu jalan sebagai area parkir, serta keberadaan juru parkir liar yang menyebabkan penyempitan ruas jalan.
Munafri meminta Perumda Parkir menjajaki peluang kerja sama maupun penyewaan lahan sebagai langkah awal menghadirkan gedung parkir percontohan di kawasan tersebut.
“Kalau ada lahan kosong yang memungkinkan dimanfaatkan melalui kerja sama atau sewa, itu bisa menjadi langkah awal menghadirkan percontohan building parking,” jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot Makassar juga mendorong transformasi layanan perparkiran melalui penerapan sistem pembayaran non-tunai dan pengawasan berbasis teknologi. Menurut Munafri, digitalisasi parkir akan meningkatkan transparansi pengelolaan, meminimalkan kebocoran pendapatan daerah, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi.





