
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah pemanfaatan gas metan yang dihasilkan dari timbunan sampah. Menurut Melinda, potensi gas metan perlu dikelola secara optimal sehingga tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Gas metan yang dihasilkan dari proses penguraian sampah memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan. Karena itu, perlu ada upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatannya sehingga dapat memberi manfaat bagi warga sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” jelasnya.
Selain itu, rapat juga menyepakati perlunya pembenahan menyeluruh di kawasan TPA guna memastikan tidak ada lagi titik api yang muncul. Langkah tersebut mencakup penguatan pengawasan, perbaikan sistem operasional, serta penanganan berbagai faktor yang berpotensi menimbulkan gangguan lingkungan.
Melinda juga menekankan pentingnya perbaikan manajemen sistem penutupan sampah dan pendampingan teknis di lapangan. Menurutnya, sistem penutupan yang baik menjadi salah satu kunci untuk menciptakan pengelolaan TPA yang lebih aman, tertata, dan efektif.





