
Untuk memudahkan praktik, Artani telah menyiapkan seluruh bahan yang dibutuhkan, mulai dari kulit buah dan sayuran, gula merah, air, hingga wadah pembuatan eco enzyme.
Peserta juga diperkenalkan pada praktik pembuatan sabun cuci berbahan dasar eco enzyme. Dalam sesi tersebut, fasilitator menjelaskan proses mengolah cairan eco enzyme menjadi sabun cuci yang ramah lingkungan dan aman digunakan sehari-hari.
Para kader berkesempatan mempraktikkan langsung proses pencampuran bahan hingga menghasilkan produk yang siap digunakan.
Memasuki sesi berikutnya, peserta mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin. Selama ini, minyak bekas memasak tersebut umumnya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan kembali.
Fasilitator menjelaskan teknik penyaringan minyak jelantah, proses pencampuran bahan, hingga tahapan pencetakan lilin agar menghasilkan produk yang aman dan memiliki nilai jual. Peserta pun mempraktikkan secara langsung proses pembuatannya.
Salah satu peserta, Kartini, kader TP PKK dari Kecamatan Panakkukang, mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut karena memperoleh banyak pengetahuan baru.





