
“Bagus sekali, saya puas karena mendapatkan banyak pengetahuan. Baru kali ini saya tahu kalau eco enzyme bisa dibuat dari bahan-bahan yang gampang didapat di rumah. Saya jadi tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri,” ujar Kartini.
Ia juga mengaku baru mengetahui bahwa minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang ternyata dapat diolah menjadi lilin yang bermanfaat dan memiliki nilai guna bagi keluarga.
“Biasanya minyak jelantah dibuang, sekarang ternyata bisa dibuat lilin. Saya mau coba membuatnya di rumah karena bisa digunakan dan juga berpotensi menjadi produk yang bernilai,” katanya.
Peserta lainnya, Wati dari Kecamatan Rappocini, melihat peluang bisnis dari produk-produk yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut.
Menurutnya, eco enzyme dan lilin dari minyak jelantah memiliki potensi pasar yang cukup baik karena memanfaatkan bahan yang murah, mudah diperoleh, serta sejalan dengan tren gaya hidup ramah lingkungan.
“Produk-produk seperti ini sangat potensial untuk dikembangkan karena bahan bakunya mudah didapat dan masyarakat saat ini semakin peduli terhadap produk ramah lingkungan,” ujarnya.





