
“Sebagai Bunda PAUD, kita diberikan amanah yang mulia untuk menjadi penggerak, motivator, dan fasilitator dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD. Saya berharap peran ini diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi anak-anak usia dini,” ujar Melinda.
Ia menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan. Forum itu juga diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan dalam penyelenggaraan PAUD di lapangan.
Melinda mengungkapkan, Kota Makassar saat ini memiliki 599 satuan PAUD. Namun, dari jumlah tersebut baru terdapat lima PAUD Negeri, sehingga masih banyak anak usia dini yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal.
Sebagai upaya memperluas akses layanan pendidikan, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan kebijakan afirmasi pada penerimaan peserta didik baru di PAUD Negeri. Tahun ini, sebanyak 60 persen kuota penerimaan peserta didik diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu.
“Kebijakan afirmasi ini kami hadirkan agar akses pendidikan anak usia dini semakin merata dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.





